Sabtu, 10 Januari 2015

POLA MAKAN YANG BURUK

http://photos-h.ak.instagram.com/hphotos-ak-xaf1/t51.2885-15/10899468_903904872976359_255205764_n.jpg
Healthy info today

 7 pola makan yang buruk

1. Melewatkan Sarapan.
Banyak orang tidak menyadari manfaat sarapan, bahkan sebagian besar menganggapnya tidak penting. Hal ini bukan contoh yang tepat. Sarapan
justru diperlukan oleh tubuh. Dengan sarapan, akan tersedia bahan bakar untuk beraktifitas dari pagi hingga siang hari.

2. Ikut-ikutan Program Diet Yang Lagi Ngetren.
Begitu banyak program diet yang ditawarkan. Mulai dari diet berdasarkan golongan darah, rendah karbohidrat, dan program diet lainnya. TIdak ada cara ajaib untuk menurunkan berat berat badan

secara cepat, perlu waktu panjang. Cara terbaik adalah menikmati makanan secara seimbang.

3. Menaburkan Garam Pada Makanan.
Beberapa orang merasa harus menambahkan garam pada makanannya. Kebiasaan buruk ini akan berdampak buruk pada tekanan darah, juga menambah resiko tiga kali lipat penyakit jantung dan stroke.


4. Makan Sambil Berjalan Atau Terburu-Buru.
Saat makan, pastikan dalam keadaan yang santai. Dengan begitu tubuh mengarahkan energi menuju proses makanan yang sedang dicerna. Enzim pencernaan juga akan bekerja dalam kondisi menyenangkan. Agar proses mencerna berjalan dengan baik, sisihkan waktu setidaknya 10 menit untuk makan dalam suasana rileks.


5. Lupa Mencuci Tangan.
Higienitas harus dimulai dari diri sendiri. Tidak hanya buah dan sayur yang mesti dicuci hingga bersih. Kedua tangan juga harus dicuci menyeluruh hingga ke sel jari dan kuku sebelum mengkonsumsi makanan pada aliran air yang mengalir.

6. Lupa Minum Air Putih.

Pekerjaan yang menumpuk, ruangan berpendingin udara, membuat sering lupa minum air putih. Untuk mengatasinya, simpan botol berukuran satu liter diatas meja kerja.

7. Tidak Peduli Dengan Tanggal Kadaluarsa.
Bedakan antara makanan atau minuman yang baik sebelum (best before) dan yang digunakan sebelum (use-by). Best before menunjukan waktu pemanfaatan yang terbaik, dan jika melewatinya 
berarti kualitas telah menurun. Sementara use-by mengacu pada keharusan untuk mengkonsumsi sebelum tanggal yang tercantum, dan jika melewatinya berarti tidak aman dikonsumsi.

sumber : http://instagram.com/p/xgeEwiQ45N/?modal=true
instagram : tampilcantik

Jumat, 09 Januari 2015

Resep Ayam Pop


Resep Ayam Pop


Resep masakan khas Minang yang satu ini pasti sangat cocok bagi anda pemerhati hidup sehat. Ayam pop merupakan olahan ayam goreng tanpa kulit sehingga dapat dipastikan rendah lemak. Proses menggorengnya pun tidak sampai kering, sehingga minyak yang digunakan tidak terlalu banyak tersimpan di dalam daging ayam. Karena dalam proses memasaknya kulit ayam dibuang, hidangan ini aman dikonsumsi bagi anda yang menghindari makanan berlemak. Namun bukan berarti anda boleh menyantap dalam porsi sesuka hati. Meski sehat, anda tetap harus memperhatikan porsinya.
Disajikan dengan sambal khas resep ayam pop yang berwarna jingga ataupun dengan sambal hijau biasa khas rumah makan padang, akan sama nikmatnya. Jangan lupa untuk menyertakan lalapan daun singkong rebus dan irisan mentimun. Sajikan bersama sepiring nasi putih hangat, lezat!
Untuk tips pemilihan ayam, gunakan ayam pejantan yang lebih sedikit mengandung lemak dibanding ayam broiler biasa. Atau jika suka, untuk resep ayam pop bisa juga menggunakan ayam kampung. Pilihlah ayam kampung yang tidak terlalu tua, sehingga hasil masakan tidak akan alot.

Resep Ayam Pop
Waktu persiapan
Waktu memasak
Waktu total
Penulis:
Macam resep: Main
Cuisine: Indonesia
Saran penyajian: 4
Bahan-bahan
Bahan:
  • 4 potong dada/paha ayam kampung, cuci, buang kulitnya
  • 1 sdt air jeruk nipis
  • 1 batang serai, memarkan
  • 3 siung bawang putih, haluskan
  • 1 sdt garam
  • 400 ml air
  • 2 sdm sayur
  • Minyak untuk menggoreng
Bahan sambal:
  • 1 buah tomat masak
  • 5 buah cabai merah keriting
  • 1 sdt garam
  • 3 siung bawang putih
  • 2 sdm air
Cara membuat
  1. Balur daging ayam yang sudah dikupas kulitnya dengan air jeruk nipis, diamkan selama 5 menit. Balur kembali dengan bawang putih halus dan garam, biarkan 10 menit.
  2. Panaskan panci, masukkan serai, air dan ayam yang sudah berbumbu lalu rebus dengan panci tertutup hingga yam lunak. Angkat dan tiriskan.
  3. Panaskan minyak, goreng ayam kurang lebi 5 menit dalam minyak banyak dan panas, angkat, tiriskan.
  4. Sambal: rebus semua bahan sambal kecuali garam hingga matang. Angkat, haluskan dengan menambahkan 1 sdm air perebus cabai.

Mudah bukan cara membuat ayam pop? Dengan panduan resep ini, kami yakin anda dapat membuat ayam pop selezat di rumah makan Padang favorit keluarga anda. Jika anda sudah mempraktekkan resep ayam pop ini, jangan lupa berbagi cerita di kolom komentar ya!

sumber :  http://www.bacaresepdulu.com/resep-ayam-pop/

Kamis, 08 Januari 2015

TIPS MENGATASI KULIT BELANG


TIPS MENGATASI KULIT BELANGhttp://photos-e.ak.instagram.com/hphotos-ak-xfa1/t51.2885-15/10899386_1526817250934156_22356183_n.jpg
tips mengatasi kulit wajah yang belang 😚😚😚 Kulit yang belang bisa disebabkan berbagai macam faktor mulai dari genetik, perubahan hormon, alergi, jamur, paparan matahari, bekas jerawat, bekas luka, hingga pengaruh kosmetik yang kamu gunakan. Yogurt mengandung asam laktat yang tinggi, yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan mengembalikan kondisi kulit menjadi normal. Gunakan yogurt polos, tanpa campuran pemanis atau buah-buahan. Kamu bisa mendapatkan yogurt sejenis ini di supermarket seperti giant atau carrefour atau supermarket yang menjual produk-produk impor 😁😁😁 yogurt aman di kulit bagian manapun termasuk wajah, tapi lakukan test kecil di kulit tangan untuk mengetahui apakah kamu memiliki alergi terhadap yogurt. #rahasiagadis #rahasiayogurt

sumber : http://instagram.com/p/xlMkvvKk4P/
instagram : rahasiagadis

Rabu, 07 Januari 2015

TIPS AGAR KUKU LEBIH KUAT


 
Selain itu, kurangi pemakaian nail polish yang kering dengan sangat cepat karena dapat membuat kukumu lebih mudah patah 😁😁😁 #rahasiagadis #rahasiakuku

sumber : http://instagram.com/p/xiT7jCKk9w/
instagram : rahasiagadis

MAKALAH KEPUTUSAN DALAM KEADAAN KEPASTIAN



BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Konsep Pengambilan Keputusan Dalam Kepastian
            Keputusan yang diambil oleh seseorang dipengaruhi oleh pandangannya terhadap situasi yang dihadapi. Setiap orang, terutama seorang manajer tentunya dalam membuat keputusan akan selalu berhubungan dengan kemungkinan-kemungkinan kondisi pada masa depan. Hal ini disebabkan oleh adanya konsekuensi suatu keputusan yang akan dialami pada masa yang akan datang.
            Dalam konsep keputusan dalam kepastian, segala sesuatu yang menjadi objek perhitungan dapat diperkirakan secara pasti pada masa yang akan datang. Ini disebabkan telah tersedianya data-data dan informasi yang akurat dan terpercaya untuk dijadikan tolak ukur sebagai dasar pengambilan keputusan.
            Konsep ini biasa diterapkan oleh para manajer untuk meramalkan penjualan, memprediksi keuntungan dan menentukan biaya produksi yang paling rendah.
2.2. Fungsi Tujuan Maksimasi
            Dalam pengambilan keputusan dalam kepastian seorang manajer harus merumuskan tujuannya dalam perhitungan . ada 2 macam tujuan yang biasa digunakan dalam konsep ini yaitu tujuan maksimasi dan tujuan minimasi.
            Tujuan maksimasi bertujuan untuk menghitung besar laba maksimum yang akan diterima perusahaan atas jumlah produksi yang optimal. Sementara tujuan minimasi bertujuan untuk menentukan biaya produksi terendah namun untuk menghasilkan produksi yang optimal.
2.3. Perhitungan Matematis Keputusan Dalam Kepastian
            Keputusan dalam kepastian dapat dihitung secara pasti melalui tehnik matematis metode grafik atau linear programming. Ada lima syarat dalam perhitungan linear programming, diantaranya:
1.      Certainty (kepastian) maksudnya fungsi tujuan dan fungsi kendala sudah diketahui secara pasti dan tidak akan berubah selama periode analisa
2.      Proporsionality (proporsionalitas) maksudnya harus ada proporsionalitas antara fungsi tujuan dan fungsi kendala
3.      Additivity (penambahan) maksudnya aktivitas total jumlahnya sama dengan penjumlahan aktivitas individu
4.      Divisibility (bisa dibagi-bagi) maksudnya solusi tidak selamanya berupa bilangan integer tetapi juga bisa berupa bilangan pecahan.
5.      Non-negative variable (variabel tidak negatif) artinya semua hasil tidak ada yang bersifat negative atau sifatnya selalu positif.

Beberapa unsur yang harus dirumuskan dalam menghitung keputusan dalam kepastian antara lain:
1.      Fungsi tujuan maksimasi atau minimasi
2.      Variabel keputusan untuk memudahkan perumusan model matematika
3.      Model matematika yang akan digunakan untuk menentukan hasil
4.      Batasan (constrain) atau fungsi kendala yang dinyatakan dalam kalimat matematis
5.      Besar titik koordinat
6.      Menggambar grafik dan menentukan besar titik potong
7.      Memasukkan titik potong kedalam model matematika sehingga hasil dapat diketahui.
Untuk lebih memahami perhitungan matematis ini, penulis telah menyajikan sebuah kasus untuk diselesaikan menggunakan metode grafik diatas.
Contoh kasus:
            PT padat karya memproduksi 2 macam batako semen dan batako kapur. Biaya pembuatan batako semen diperkirakan Rp. 150/unit, sementara batako kapur Rp.100/unit. Batako semen dijual seharga Rp. 400/unit dan batako kapur dijual seharga Rp.250/unit. Untuk membuat kedua macam batako ini digunakan 2 macam mesin yaitu mesin pencampur dan mesin pencetak. Batako semen memerlukan waktu 1 jam untuk mencampur dan 2 jam untuk mencetak. Sementara itu batako kapur dicampur selama 1,5 jam dan dicetak selama 1 jam. Selama satu bulan kapasitas mesin pencampur 320 jam sedangkan kapasitas mesin pencetaknya 480 jam.
Tentukan:
a.       Grafik perpotongannya
b.      Banyak batako semen dan batako kapur yang harus diproduksi untuk mencapai laba maksimal
c.       Jumlah revenue maksimal yang diterima oleh PT padat karya
d.      Laba bersih yang diperoleh PT Padat karya

Penyelesaian:
Untuk memudahkan pemahaman kasus maka terlebih dahulu soal cerita dikonversi dalam bentuk tabe produksi:


PT PADAT KARYA
Mesin
Batako Semen
Batako Kapur
Maksimum penggunaan mesin jam/ bulan
Mesin pencampur

Mesin pencetak

1

2
1,5

1
320

480
price
400
250



Fungsi tujuan yang harus dirumuskan adalah maksimasi
Variabel keputusan yang mewakili:
X : batako semen
Y : batako kapur
Model matematika yang digunakan:
400x + 250y (x untuk jumlah produksi optimum batako semen yang harus diproduksi dan y untuk jumlah produksi optimum batako kapur yang harus diproduksi)
Batasan/ constrain:
I.                    X + 1,5Y ≤ 320
II.                 2X + Y   ≤ 480
III.               X, Y ≤ 0
Menentukan titik koordinat dari batasan untuk menggambar grafik.
I.                    X + 1,5 Y ≤ 320
Saat X=0 maka Y = 0 + 1,5Y = 320
                                            Y = 320 : 1,5
                                            Y = 213,3
Saat Y=0 maka X=320

II.                 2X + Y   ≤ 480
Saat X=0 maka Y=480
Saat Y=0 maka X= 2X = 480
                                  X = 480: 2
                                  X = 240
Sehingga gambar grafiknya
Description: C:\Users\yeni\Pictures\tpk fix2.jpg
Dari grafik diketahui titik perpotongannya
Titik A (0, 213,3)
Titik B (200, 80) diketahui dari hasil eliminasi dan substitusi dari kendala I dan II
X + 1,5Y = 320        x 2        2X + 3Y = 640
2X + Y    = 480        x 1        2 X + Y  = 480 -
                                                                           2Y= 160
    Y= 80
            Nilai Y disubstitusikan pada persamaan 2X + Y    = 480
                        2X + 80 = 480
                        2X         = 480 - 80
                        2X         = 400
                           X        = 400 : 2
                           X        = 200

Titik C (240,0)
Mencari nilai maksimal dari ketiga titik:
Titik A (0, 213,3) = 400(0) + 250 (213,3)
                             = 53.333
Titik B (200, 80 ) = 400 (200) + 250 (80)
                             =100.000
Titik C (240, 0 )   = 400 (240) + 250 (0)
                             = 96.000
            Dari penyelesaian diatas maka didapatlah jawaban atas kasus diatas sebagai berikut:
a.       Gambar Grafik perpotongan
Description: C:\Users\yeni\Pictures\fixx.jpg

b.      Untuk mencapai laba maksimal maka PT Padat karya harus memproduksi batako semen sebanyak 200 unit dan batako kapur sebanyak 80 unit
c.       Dari produksi diatas PT Padat karya memperoleh revenue maksimal sebanyak
Rp. 400 (200) + Rp. 250 (80) = Rp. 100.000
d.      Laba bersih yang diterima PT padat karya adalah jumlah income yang diterima dari penjualan kedua jenis batako – biaya produksi kedua jenis batako. Diketahui dari kasus Biaya produksi batako semen diperkirakan Rp. 150/unit, sementara batako kapur Rp.100/unit sehingga total biaya produksi sebanyak
Rp. 150 (200) + Rp. 100 (80) = Rp. 38.000
Laba bersih = Revenue – biaya produksi
                    = Rp. 100.000 – Rp. 38.000
                    = Rp. 62.000
















BAB IV
PENUTUP
4.1. Simpulan

1.      Keputusan dalam kepastian dapat diterapkan untuk memperkirakan secara pasti hasil yang didapat di masa depan seperti forecast penjualan atau estimasi keuntungan dan biaya produksi terendah
2.      Fungsi tujuan maksimasi bertujuan untuk menghitung keuntungan maksimal dari hasil penjualan
3.      Keputusan dalam kepastian dapat ditentukan secara matematis menggunakan tehnik linear programming.






















DAFTAR PUSTAKA
Hasan, Iqbal. 2004. Pokok-pokok Materi Teori Pengambilan Keputusan. Bogor
Selatan: Ghalia Indonesia
Mulyono, Sri. 1996. Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta: Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Indonesia.
Basyid, Fahmi. 2006. Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta : Gramedia Widiasarana
 Indonesia.

Senin, 29 Desember 2014

BENEFIT MAKAN BUAH PISANG

BENEFIT MAKAN PISANG


Kalori satu buah pisang adalah sekitar 100 kalori, jadi pisang tidak akan membuat kamu gemuk kalau kamu tidak makan terlalu banyak (kan batasan kalorimu sehari sekitar 1600-2000) 😁😁😁 pisang juga bagus buat membantu mengurangi efek balik dari nikotin. Jadi kalau kamu mau berhenti merokok, banyakin makan pisang untuk dua minggu setelahnya 🐵🐵🐵 #rahasiagadis #rahasiapisang
sumber : http://instagram.com/p/wwEdSbqkyj/
instagram : rahasiagadis

Rabu, 10 Desember 2014

MAKALAH STRATEGI LOKASI

MAKALAH  STRATEGI LOKASI


BAB I
PENDAHULUAN
A.       LATAR BELAKANG 
Sejumlah perusahaan di dunia menggunakan konsep dan tehnik yang dibahas dalam bab ini yaitu tentang masalah lokasi,mengingat lokasi sangat mempengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi sangat mempengaruhi resiko dan keuntungan.sebagai contoh biaya transportasi saja dapat mencapai 25% dari harga jual produk(tergantung pada produk dan jenis produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berti seperempat total pendapatan perusahaan mungkin dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari perusahaan .biaya lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi,antar lain pajak,upah, biaya bahan mentah, dan sewa.
Keputusan mengenai lokasi harus diambil oleh perusahaan sesekali saja, biasanya karena permintaan telah melebihi kapasitas pabrik yang sudah ada atau karena ada perubahan produktifitas tenaga kerja, nilai tukar, biaya-biaya, dan sikap masyarakat setempat perusahaan juga dapat memindahkan fasilitas manufaktur atau jasa mereka karena pergeseran demografi dan permintaan pelanggan. Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi, tidak pindah tetapi memperluas fasilitas yang ada, mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan fasilitas lain di tempat lain, menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi yang lain.
Keputusan lokasi bergantung pada jenis  bisnis.untuk keputusan lokasi industri, strategi yang di gunakan biasanya adalah strategi yang meminimalkan biaya meskipun inovasi dan kreatifitas juga penting.untuk bisnis ecera dan jasa profesional,strategi yang digunakan difokuskan pada memaksimalkan pendapatan. walaupun demikian strategi lokasi pemilihan gudang dapat ditentukan oleh kombinasi antara biaya dan kecepatan pengiriman.tujuan strategi lokasi adalah memaksimalkan manfaat lokasi bagi poerusahaan.



B.       Rumusan Masalah
1.      Apa Pentingnya lokasi yang strategis ?
2.      Apa Faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan strategi lokasi ?
3.      Apa metode evaluasi alternative lokasi ?
4.      Apa strategi lokasi pada industry jasa ?
5.      Sistem informasi geografis ?
C.       Tujuan penulisan
1.      Untuk mengetahui Apa Pentingnya lokasi yang strategis ?
2.      Untuk mengetahui Apa Faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan strategi lokasi ?
3.      Untuk mengetahui Apa metode evaluasi alternative lokasi ?
4.      Untuk mengetahui Apa strategi lokasi pada industry jasa ?
5.      Untuk mengetahui Sistem informasi geografis ?












BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENTINGNYA LOKASI YANG STRATEGIS
Lokasi yang strategis adalah wilayah penempatan operasi produksi sebuah perusahaan yang dapat memberikan keuntungan maksimal terhadap perusahaan tersebut, karena tujuan strategi lokasi adalah untuk memaksimalkan manfaat lokasi bagi perusahaan.
Keputusan yang paling penting yang perlu dibuat oleh perusahaan adalah dimana mereka harus menempatkan operasi mereka. Aspek internasional keputusan ini adalah sebuah indikasi bahwa keputusan lokasi bersifat global. Lokasi sangat memengaruhi biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi sangat memengaruhi resiko dan keuntungan perusahaan secara keseluruhan.
Sebagai contoh, biaya transportasi saja bisa mencapai 25% dari harga jual produk (tergantung kepada produk dan tipe produksi atau jasa yang diberikan). Hal ini berarti bahwa seperempat total pendapatan perusahaan mungkin hanya dibutuhkan hanya untuk menutup biaya pengangkutan bahan mentah yang masuk dan produk jadi yang keluar dari perusahaan. Biaya lain yang dapat dipengaruhi oleh lokasi antara lain adalah pajak, upah, biaya bahan mentah, dan sewa.
Pilihan-pilihan yang ada dalam lokasi meliputi:
1.    Tidak pindah, tetapi memperluas fasilitas yang ada;
2.    Mempertahankan lokasi sekarang dan menambahkan fasilitas lain di tempat lain;
3.    Menutup fasilitas yang ada dan pindah ke lokasi lain.
Keputusan lokasi bergantung pada jenis bisnis. Untuk keputusan lokasi industri, strategi yang digunakan biasanya adalah strategi untuk meminimalkan biaya meskipun inovasi dan kreativitas juga penting. Untuk bisnis eceran dan jasa profesional, strategi yang digunakan difokuskan pada memaksimalkan pendapatan.
·         Lokasi dan Biaya
Karena lokasi sangat memengaruhi biaya dan menentukan pendapatan, lokasi sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat (atau menghancurkan) strategi bisnis sebuah perusahaan. Saat manajemen telah memutuskan untuk beroperasi di satu lokasi tertentu, banyak biaya menjadi tetap dan sulit dikurangi. Sebagai contoh, jika sebuah lokasi pabrik baru berada dalam satu daerah dengan biaya energi yang tinggi, bahkan manajemen yang baik dengan strategi penekanan biaya energi yang luar biasa pun akan memulai dengan kerugian. Hal yang sama terjadi dengan manajemen yang memiliki strategi sumber daya manusia yang baik jika pada lokasi yang dipilih, biaya tenaga kerja mahal, kurang terlatih, dan memiliki etos kerja yang buruk. Dengan demikian, kerja keras yng dilakukan manajemen untuk menetapkan lokasi fasilitas yang optimal merupakan investasi yang baik.
·         Lokasi dan Inovasi
Ketika kreativitas, inovasi, dan investasi litbang (penelitian dan pembangunan) bersifat pentingbagi strategi operasi, fokus kriteria lokasi dapat berubah dari semula, yaitu berfokus pda biaya. Ketika inovasi menjadi fokus, tampaknya terdapat empat sifat yang memengaruhi inovasi dan daya saing secara keseluruhan:
1.    Adanya input berkualitas tinggi dan khusus, seperti kemampuan ilmiah dan teknik;
2.    Lingkungan yang kondusif bagi investasi dan persaingan lokal yang kuat;
3.    Tekanan dan wawasan yang didapat dari pasar lokal yang berpengalaman;
4.    Adanya industri lokal yang berhubungan dan mendukung.

B.  FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN LOKASI
Memilih lokasi untuk fasilitas dibuat lebih rumit lagi dengan adanya globalisasi tempat kerja. Globalisasi telah terjadi karena adanya perkembangan :
1.    Ekonomi pasar;
2.    Komunikasi internasional yang lebih baik;
3.    Perjalanan dan pengiriman yang lebih cepat dan dapat diandalkan;
4.    Kemudahan perpindahan arus modal antarnegara;
5.    Diferensiasi biaya tenaga kerja yang tinggi.
Satu pendekatan untuk memilih sebuah negara adalah mengidentifikasi apa yang diyakini oleh organisasi pusat sebagai faktor penentu keberhasilan (critical success factor – CSF) yang diperlukan untuk mencapai keunggulan bersaing.
Beberapa pertimbangan dan faktor yang memengaruhi keputusan lokasi:
a.    Keputusan Negara
1.      Risiko politik, persturan, sikap, insentif pemerintah.
2.      Permasalahan budaya dan ekonomi.
3.      Lokasi pasar.
4.      Ketersediaan, sikap, produktivitas, dan upah tenaga kerja.
5.      Ketersediaan pasokan, komunikasi, dan energi.
6.      Risiko nilai tukar dan mata uang.

b.    Keputusan Daerah/Komunitas
1.    Keinginan perusahaan.
2.    Segi-segi yang menarik dari daerah tersebut (budaya, pajak, iklim, dll).
3.    Ketersediaan dan upah tenaga kerja, serta sikap mereka terhadap serikat pekerja.
4.    Biaya dan ketersediaan layanan umum.
5.    Peraturan lingkungan hidup setempat.
6.    Insentif dari pemerintah.
7.    Kedekatan pada bahan mentah dan pelanggan.
8.    Biaya tanah atau pembangunan.

c.    Keputusan Lokasi
1.    Ukuran dan biaya lokasi.
2.    Sistem transportasi udara, kereta, jalan tol, dan transportasi air lainnya.
3.    Pembatasan daerah.
4.    Kedekatan kepada jasa atau pasokan yang dibutuhkan.
5.    Permasalahan dampak lingkungan hidup.

Setelah perusahaan memutuskan negara yang paling baik untuk lokasinya, selanjutnya, perusahaan memusatkan perhatian pada sebuah wilayah dan sebuah komunitas dari negara yang dipilih. Langkah akhir dari proses keputusan lokasi adalah memilih satu lokasi khusus dalam satu komunitas. Perusahaan harus memilih satu lokasi yang paling sesuai untuk pengiriman dan penerimaan, batas zona, layanan umum, ukuran, serta biaya.
Disamping globalisasi, sejumlah faktor lain juga memengaruhi keputusan lokasi. Faktor-faktor tersebut antara lain:
1.    Produktivitas Tenaga Kerja
Saat memutuskan sebuah lokasi, manajemen mungkin tergiur dengan tingkat upah yang rendah pada suatu daerah. Walaupun demikian, tingkat upah bukanlah satu-satunya dasar pertimbangan.
2.    Risiko Nilai Tukar dan Mata Uang
Nilai tukar yang tidak menguntungkan dapat menghilangkan penghematan yang telah dilakukan, walaupun tingkat upah buruh dan produktivitas dapat membuat sebuah negara terlihat ekonomis. Perusahaan terkadang dapat mengambil keuntungan dari nilai tukar yang menguntungkan dengan memindahkan lokasi atau mengekspor produknya ke negara asing. Walaupun demikian, nilai mata uang asing hampir di semua negara terus berfluktuasi.

3.    Biaya-biaya
Biaya lokasi terbagi menjadi dua kategori, yaitu:
1.   Biaya nyata (tangible costs) adalah biaya-biaya yang dapat diidentifikasi langsung dan dihitung secara tepat. Biaya nyata meliputi biaya layanan umum (seperti listrik dan air), tenaga kerja, bahan baku, pajak, penyusutan, serta biaya lainyang dapat diidentifikasi oleh departemen akuntansi dan pihak manajemen. Selain itu, biaya-biaya seperti seperti biaya pengiriman bahan mentah, pengantaran bahan jadi, dan pembangunan pabrik merupakan faktor dari biaya lokasi secara keseluruhan.

2.   Biaya tidak nyata (intangible costs) adalah biaya-biaya yang lebih sulit dihitung. Biaya tidak nyata meliputi kualitas pendidikan, fasilitas transportasi umum, sikap masyarakat terhadap industri dan perusahaan, serta kualitas dan sikap calon pekerja. Biaya tidak nyata juga meliputi variabel kualitas hidup seperti iklim dan kelompok yang dapat memengaruhi proses rekrutmen pekerja.

4.    Risiko Politik, Nilai, dan Budaya
Risiko politik berhubungan dengan kemungkinan berfluktuasinya sikap pemerintah nasional, negara bagian, dan lokal terhadap kepemilikan swasta dan intelektual, penetapan zona, kolusi, serta stabilitas ketenagakerjaan. Posisi pemerintah saat keputusan lokasi dibuat mungkin tidak berlangsung lama. Walaupun demikian, pihak manajemen mungkin mendapati sikap ini dapat dipengaruhi oleh pola kepemimpinan mereka sendiri.
Sikap pekerja mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain, daerah dengan daerah. Pandangan pekerja mengenai proses regenerasi pekerja, serikat pekerja, dan tingkat kehadiran merupakan faktor-faktor yang berkaitan. Di lain pihak, sikap ini dapat memengaruhi keputusan perusahaan apakah akan memberikan penawaran pada pekerja yang ada sekarang jika perusahaan pindah ke lokasi baru.
Tantangan terbesar keputusan operasi global adalah berkompromi dengan budayanegara lain. Akibatnya, manajer operasi menghadapi tantangan berat saat membangun rantai pasokan (supply chain) efektif yang meliputi perusahaan asing.

5.    Kedekatan Terhadap Pasar
Bagi sejumlah perusahaan, berada di lokasi yang dekat dengan pelanggan adalah sangat penting. Organisasi jasa banyak berpendapat bahwa kedekatan dengan pasar merupakan faktor lokasi utama, contohnya restoran, salon, toko obat, dll. Perusahaan manufaktur juga sependapat dengan pernyataan diatas apabila terjadi pengiriman barang yang mahal yang sulit akan berbalik menjadi lebih murah dan mudah apabila berdekatan dengan pelanggan.

6.    Kedekatan pada Pemasok
Perusahaan menempatkan diri dekat dengan bahan mentah dan pemasok karena:
1.   Barang-barang yang mudah busuk dapat teratasi apabila dekat dengan pemasok;
2.   Biaya transportasi jadi lebih murah;
3.   Lebih mudah apabila bahan mentah yang diperlukan berjumlah banyak.

7.    Kedekatan pada Pesaing (Clustering)
Mungkin terasa sangat mengagetkan jika perusahaan-perusahaan  juga senang berdekatan dengan para pesaingnya. Kecenderungan atau yang biasa disebut pengelompokan atau clustering ini sering terjadi apabila sumber daya utama ditemukan di wilayah tersebut. Sumber daya ini meliputi sumber daya alam, informasi, modal proyek dan bakat.
Contohnya, sumber daya alam berupa tanah dan iklim mendorong para pembuat anggur untuk berkumpul di Napa Valley di Amerika dan wilayah Bordeaux di Perancis. Pembuat mobil balap dari seluruh dunia, berkumpul di daerah Huntington/North Hampton di Inggris, dimana mereka mendapatkan banyak karyawan yang berbakat dan segudang informasi.

C.  METODE EVALUASI ALTERNATIF LOKASI
Terdapat empat metode yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah lokasi, yaitu:
1.    Metode Pemeringkatan Faktor
Terdapat banyak faktor, baik kualitatif maupun kuantitatif yang dipertimbangkan dalam memilih sebuah lokasi. Beberapa faktor ini lebih penting dari faktor lainnya sehingga manajer dapat menggunakan bobot untuk membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih objektif. Metode ini sering digunakan karena mencangkup beragam faktor, mulai dari pendidikan, rekreasi, hingga keterampilan tenaga kerja.
Metode pemeringkatan faktor memiliki enam langkah berikut :
1.   Membuat daftar faktor yang berhubungan yang disebut faktor penentu keberhasilan.
2.   Memberikan sebuah bobot untuk setiap faktor untuk menggambarkan kepentingan relatif dalam tujuan perusahaan.
3.   Membuat sebuah skala untuk setiap faktor (sebagai contoh: 1 hingga 10 atau 1 hingga 100 poin).
4.   Meminta penilaian manajemen untuk setiap lokasi dan setiap faktor dengan menggunakan skala pada langkah 3.
5.   Kalikan nilai dengan bobot setiap faktor dan jumlahkan nilai total untuk setiap lokasi.
6.   Membuat rekomendasi berdasarkan nilai poin maksimal yang juga mempertimbangkan hasil dari pendekatan kuantitatif.
2.    Analisis Titik Impas Lokasi
Analisis titik impas lokasi merupakan penerapan analisis biaya-volume produksi untuk membuat suatu perbandingan ekonomis diantara alternatif lokasi yang ada. Dengan mengidentifikasi biaya tetap dan biaya variabel serta membuat grafik-grafik biaya untuk setiap lokasi, alternatif dengan biaya terendah dapat ditentukan. Analisis ini dapat dilakukan baik secara matematis maupun grafis. Pendekatan grafis memiliki kelebihan karena memberikan rentang jumlah volume dimana lokasi dapat dipilih.
Berikut tiga langkah analisis titik impas lokasi:
1.   Tentukan biaya tetap dan biaya variabel untuk setiap lokasi.
2.   Petakan biaya untuk setiap lokasi dengan biaya pada sumbu vertikal dan jumlah produksi tahunan pada sumbu horizontal.
3.   Pilih lokasi dengan biaya total terendah untuk jumlah produksi yang diharapkan.


3.    Metode Pusat Gravitasi
Metode pusat gravitasi merupakan teknik matematis yang digunakan untuk menentukan lokasi pusat distribusi yang akan meminimalkan biaya distribusi. Metode ini memperhitungkan jarak lokasi pasar, jumlah barang yang akan dikirim ke pasar tersebut, dan biaya pengiriman guna menemukan lokasi terbaik untuk sebuah pusat distribusi.
Langkah pertama dalam metode gravitasi adalah menempatkan lokasi pada suatu sistem koordinat.Titik asal sistem koordinat dan skala yang digunakan keduanya memiliki sifat berubah-ubah, selama jarak relatif (antarlokasi) dinyatakan secara tepat. Hal ini dapat dikerjakan dengan mudah dengan menempatkan titik-titik pada peta biasa. 
Metode ini mengasumsikan biaya secara langsung berimbang pada jarak dan jumlah yang dikirim. Lokasi yang ideal adalah lokasi yang meminimalkan jarak berbobot antara gudang dan toko ecerannya, dimana pembobotan jarak dilakukan sesuai dengan jumlah kontainer yang dikirim.
4.    Model Transportasi
Model transportasi adalah sebuah teknik untuk menyelesaikan masalah sebagai bagian dari pemrograman linier.
Tujuan model transportasi adalah menetapkan pola pengiriman terbaik dari beberapa titik pemasok (sumber) ke beberapa titik permintaan (tujuan) sedemikian sehingga meminimalkan biaya produksi dan transportasi total. Dengan suatu jaringan titik pasokan dan permintaan, setiap perusahaan menghadapi permasalahan yang sama. Model transportasi memberikan solusi awal yang pantas dan kemudian perbaikan bertahap dilakukan hingga solusi optimal dicapai.

D.  STRATEGI LOKASI PADA INDUSTRI JASA
Analisis lokasi di sektor industri terfokus pada minimalisasi biaya, sementara fokus pada sektor jasa ditujukan untuk memaksimalkan pendapatan. Hal ini disebabkan karena perusahaan manufaktur mendapati biaya cenderung sangat berbeda diantara lokasi-lokasi yang berbeda, sementara perusahaan jasa mendapati lokasi sering berdampak terhadap pendapatan daripada biaya. Oleh karena itu bagi perusahaan jasa, lokasi yang spesifik kerap lebih memengaruhi pendapatan daripada memengaruhi biaya. Hal ini berarti fokus lokasi bagi perusahaan jasa seharusnya adalah pada penetapan volume bisnis dan pendapatannya.
Terdapat delapan komponen utama volume dan pendapatan perusahaan jasa :
1.    Daya beli di wilayah yang dapat menarik pelanggan.
2.    Kesesuaian antara jasa dan citra perusahaan dengan demografi wilayah yang dapat menarik pelanggan.
3.    Persaingan di wilayah tersebut.
4.    Kualitas persaingan.
5.    Keunikan lokasi perusahaan dan pesaing.
6.    Kualitas fisik fasilitas dan bisnis di sekitarnya.
7.    Kebijakan operasional perusahaan.
8.    Kualitas manajemen.
Analisis yang realistis dari faktor-faktor diatas dapat memberikan gambaran yang layak mengenai pendapatan yang diharapkan.
Teknik-teknik yang digunakan dalam sektor jasa meliputi: analisis korelasi, perhitungan lalu lintas, analisis demografis, analisis daya beli, metode pemeringkatan faktor, metode pusat gravitasi, dan sistem informasi geografis.
Berikut adalah tabel yang merangkum strategi lokasi  untuk  organisasi jasa dan industri.

Lokasi Organisasi Jasa/Eceran/Profesional
Lokasi Perusahaan Manufaktur
Fokus pada Pendapatan
Fokus pada Biaya
Volume/pendapatan
Biaya nyata
Lokasi yang menarik pelanggan; daya beli.
Biaya pengiriman bahan mentah.
Persaingan; iklan/penentuan harga.
Biaya pengantaran barang jadi.
Kualitas fisik
Biaya energi dan layanan umum;
     tenaga kerja; bahan mentah;
     pajak, dan lain-lain.
Parkir/akses; keamanan/penerangan;
     penampilan/citra.
Biaya tidak nyata dan akan segera terjadi.
Penentu biaya
Sikap terhadap serikat pekerja.
Sewa.
Kualitas hidup.
Manajemen yang berkualitas.
Biaya pendidikan yang ditanggung
     oleh pemerintah negara bagian.
Kebijakan operasi (jam kerja, tingkat upah).
Kualitas pemerintahan negara
     bagian dan lokal.
Teknik
Teknik
Model regresi untuk menetapkan kepentingan
     beragam faktor yang ada.
Metode transportasi.
Metode pemeringkatan faktor.
Metode pemeringkatan faktor.
Analisis demografis lokasi yang menarik
     pelanggan.
Analisis titik impas lokasi.
Metode pusat gravitasi.
Metode pusat gravitasi.
Asumsi
Asumsi
Lokasi merupakan penentu utama
     pendapatan.
Lokasi adalah penentu utama biaya.
Permasalahan hubungan yang erat dengan
     pelanggan sangat penting.
Sebagian besar biaya utama dapat
     diidentifikasikan secara eksplisit
     untuk setiap lokasi.
Biaya cenderung konstan pada daerah tertentu.
     Oleh karena itu, fungsi pendapatan sangat
     penting.
Hubungan rendah dengan pelanggan
     memungkinkan perusahaan
     berfokus pada biaya yang dapat
     diidentifikasi.

Biaya tidak nyata dapat dievaluasi.


E.  SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Sistem informasi geografis (geographic information system – GIS) marupakan satu alat penting untuk membantu perusahaan membuat keputusan analitik yang berhasil. Dengan mengombinasikan angka populasi, umur, pendapatan, arus lalu lintas, kepadatan penduduk, dengan geografi, seorang pengusaha dapat menunjuk dengan tepat lokasi terbaik untuk usahanya.
Berikut ini adalah beberapa data geografis yang tersedia dalam GIS:
Ø  Data sensus menurut blok, bidang, kota, distrik, daerah metropolitan, negara bagian, dan kode pos.
Ø  Peta dari setiap jalan, gang, jembatan, dan terowongan.
Ø  Peta fasilitas umum seperti saluran listrik, air, dan gas.
Ø  Semua sungai, gunung, danau, dan hutan.
Ø  Semua bandara besar, universitas, dan rumah sakit.
Sebagai contoh, perusahaan penerbangan menggunakan GIS untuk mengidentifikasi bandara mana yang paling efektif untuk melakukan jasa landasan (ground service). Kemudian informasi ini digunakan untuk membantu penjadwalan dan memutuskan di mana harus membeli bahan bakar, makanan, dan jasa lainnya.






















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Lokasi dapat menentukan hingga 10% biaya total sebuah perusahaan industri. Lokasi juga merupakan elemen penting dalam menentukan pendapatan perusahaan jasa, eceran, dan profesional. Perusahaan industri perlu mempertimbangkan baik biaya nyata maupun tidak nyata. Permasalahan lokasi perusahaan industri biasanya diatasi dengan metode pemeringkatan faktor, analisis titik impas, metode pusat gravitasi, dan metode transportasi dari pemrograman linier.
Untuk organisasi jasa, eceran, dan profesional, analisis biasanya dibuat dari berbagai variabel, termasuk daya beli suatu daerah, persaingan, iklan dan promosi, kualitas fisik lokasi, dan kebijakan operasional organisasi.



















DAFTAR PUSTAKA

Heizer, Jay dan Barry Render. 2009. Manajemen Operasi, nine edition. Jakarta:
Salemba Empat.
2012 jam 11.00 WIB